rianto isaac's Weblog

rianto utomo isaac sahala utomo

info, Pilih-Pilih Velg Bekas: Mata Jeli, Cacat Terdeteksi!

leave a comment »

Ada beberapa alasan orang ingin mengganti velg mobilnya. Salah satu alasannya adalah untuk mempercantik penampilan mobilnya, terutama bagi para ‘penggila’ modifikasi mobil, yakni dengan mengganti model velg, dari velg standard atau biasa disebut velg kaleng menjadi velg racing. Atau juga bisa jadi orang mengganti velg mobilnya karena memang sudah penyok atau lecet dan berkarat.

Dan jika kondisi keuangan memadai, maka kita tinggal pergi ke salah satu toko variasi mobil dan memilih dari ratusan model velg baru yang tersedia di sana. Namun jika kondisi kantong pas-pasan, maka pilihan velg bekas pun bisa jadi alternatif yang murah dan meriah. Toh, walaupun bekas, bukan berarti velg sudah tak layak pakai. Kalau kita pintar memilihnya, bisa jadi kita dapat barang yang BSB alias Bekas Seperti Baru.

Nah, jika kita akan berburu velg bekas, mata kita perlu awas dalam menentukan kualitas velg yang dipilih. Jangan sampai dapat velg yang pernah pecah, bengkok ataupun dicat ulang. Oleh sebab itu, dibutuhkan ketelitian kita dalam memeriksa kondisi velg bekas yang akan kita beli.

Memilih velg bekas memang membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Hal pertama yang kudu kita perhatikan adalah kondisi fisik velg tersebut, layak pakai atau tidak?
1. Bibir Velg

Pastikan kondisi bibir velg bebas dari pecah dan benjol (peyang, red). Perlu diwaspadai, velg dengan diameter besar rawan pecah jika menggunakannya kurang hati-hati. Jika benjolnya susah untuk dideteksi secara kasatmata, gunakan mesin balancing. Untuk memeriksa velg yang masih terpasang ban, sebaiknya ban dilepaskan dahulu untuk mempermudah pengecekan.

Pemakaian velg peyang akan mengurangi kenyamanan dalam berkendara. Namun, jika kita tetap ingin membelinya karena alasan sudah kepincut dengan desainnya, bisa diakali dengan di-press di bengkel khusus velg. Semakin besar dimensi velg, semakin tinggi ongkosnya.

2. Bekas Bubutan

Masih seputar bibir velg, periksa juga apakah ada bekas bubutan. Kondisi tersebut bisa dilihat berupa garis-garis pada bibir velg. Jika Anda menemui bekas tersebut, berarti velg pernah bengkok atau peyang. Sebab, salah satu cara untuk membenahi velg yang telah bengkok, selain di-press juga dengan cara dibubut. Jadi, bekas bubutan itu pasti terlihat.

Selain itu, perhatikan juga offset-nya. Jangan sampai juga ada bekas garis-garis bubutan. Sebab jika sudah dibubut, berarti offset velg tersebut sudah berubah dari kondisi aslinya.

3. Cat Ulang Atau Overspet

Telitilah cat atau lapisan luar velg. Andaikan dilapis krom, maka warna krom yang asli akan lebih mengkilap dibandingkan dengan krom polesan. Jika velg dicat, warna velg harus merata dan sesuai aslinya. Untuk mengetahui apakah velg tersebut pernah dicat ulang, bisa dilihat dari emblem atau cetakan merek pada velg tersebut.

Jika sudut cetakan terlihat ‘tajam’, maka kemungkinan besar cat velg tersebut masih asli. Namun, tak bisa dipungkiri, untuk hal ini diperlukan orang yang hafal dan sudah terbiasa ‘bermain’ dengan velg. Perlunya kita mencermati hal ini adalah untuk menghindari overspet yang bertujuan untuk menyembunyikan cacat yang dimiliki oleh velg. Jadi, jangan tertipu oleh penampilan cat yang ‘kinclong’.
Nah, intinya, jika kita ingin membeli velg bekas, lebih baik teliti tak jadi membeli sebelum membayarnya. Sebab, jarang ada penjual velg bekas yang memberikan jaminan kualitas velg yang dijualnya. Usai memeriksa secara visual, lakukan pengecekan terakhir di mesin balancing roda, untuk mendapatkan pengukuran yang lebih akurat.

rianto utomo bole nyontek dari http://www.kapanlagi.com/a/0000003587_print.html

Written by isaaconi

Januari 28, 2009 pada 7:24 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: