rianto isaac's Weblog

rianto utomo isaac sahala utomo

linux, Membuat Cluster Load Balancing Dengan Cepat dan Mudah

with 4 comments

ImageSelama ini orang selalu menganggap bahwa membuat cluster load balancing adalah hal yang rumit dan memusingkan. Dan.. memang benar pendapat ini. Tapi sebenarnya ada satu cara mudah untuk mencapainya dengan menggunakan yang namanya balance.

Sebelumnya kita bahas dahulu sedikit mengenai konsep Clustering. Secara prinsip clustering mempunyai 2 buah pendekatan:
1. High Availability (Failover), adalah bila satu server gagal melayani service tertentu, maka tugas server tersebut otomatis akan dilempar ke server lainnya.
2. High throughput (Performance), disini yang diinginkan adalah performance yang tinggi yang dicapai dengan “membagi2” tugas yang ada ke sekumpulan server. Contohnya adalah:
2a. High-performance Computing (HPC), adalah sekumpulan server yang bekerja bersama-sama pada saat yang bersamaan untuk mengerjakan sesuatu tugas tertentu, biasanya dalam bentuk tugas perhitungan yang berat2, seperti simulasi bumi, me-render film animasi, dll.
2b. Load Balancing, adalah membagi2 beban kerja ke sekumpulan server diluar konteks computing, misalnya membagi beban kerja web server, mail server, dll.

Bagaimana mencapai hal ini?
Ada beberapa software opensource yang dapat kita gunakan:
1. Linux High-Availability (http://www.linux-ha.org)
2. RedHat Cluster Suite dan Piranha (http://www.redhat.com)
3. Linux Virtual Server (http://www.linuxvirtualserver.org)
4. BeoWulf Cluster (http://www.beowulf.org)
5. Openmosix (http://openmosix.sourceforge.net)

Namun solusi2 di atas kadang kala terlalu “canggih” atau “overkill” untuk mencapai tujuan clustering kita. Disinilah ‘balance’ masuk. Apa yang dapat ia sediakan?
1. Merupakan user-space program. Tidak perlu compile kernel dll. Langsung jalan secara command line.
2. Load balancing secara tcp. Cukup menyebutkan protocol atau port tcp berapa yang ingin kita load balancing.

Cara setup:
1. Download paketnya dari http://www.inlab.de/balance.html
wget http://www.inlab.de/balance-3.40.tar.gz
2. Extract, compile dan install:
2a. tar zxvf balance-3.40.tar.gz
2b. cd balance-3.40
2c. vi Makefile
Ubah baris ini: MANDIR=${BINDIR}/../man/man1
Menjadi: Untuk Ubuntu: MANDIR=/usr/share/man/man1
Untuk RedHat: MANDIR=/usr/local/share/man/man1
2d. make
2e. make install
Done!🙂

Cara pakai:
Sebelumnya kita misalkan skenario seperti ini:
Kita mempunyai sebuah website yang ingin kita bagi beban kerjanya ke 3 buah server web. Maka kita perlu mensetupnya seperti terlihat di gambar (Oya, gambarnya adalah foto PC zaman dulu, tapi itu hanya ilustrasi yah, nanti servernya jangan pakai PC zaman dulu juga. Hehe…). Tiga buah server web yaitu www1 (192.168.0.1), www2 (192.168.0.2), dan www3 (192.168.0.3). Di depan mereka kita install sebuah server (192.168.0.254) yang bertugas membagi2 bebas kerja para server www tersebut. Jadi IP yang akan diakses oleh user adalah IP 192.168.0.254, jangan ke masing2 server www.

Image

Commandnya: (Jalankan command ini di 192.168.0.254) balance
Bila diketik tanpa option dia akan muncul seperti ini:
_           _
| |__   __ _| | __ _ _ __   ___ ___
| ‘_ \ / _` | |/ _` | ‘_ \ / __/ _ \
| |_) | (_| | | (_| | | | | (_|  __/
|_.__/ \__,_|_|\__,_|_| |_|\___\___|
this is balance 3.40
Copyright (c) 2000-2006,2007
by Inlab Software GmbH, Gruenwald, Germany.
All rights reserved.

usage:
balance [-b addr] [-B addr] [-t sec] [-T sec] [-adfpHM] \
port [h1[:p1[:maxc1]] [!%] [ … hN[:pN[:maxcN]]]]
balance [-b addr] -i [-d] port
balance [-b addr] -c cmd  [-d] port

-a        enable channel autodisable option
-b host   bind to specific address on listen
-B host   bind to specific address for outgoing connections
-c cmd    execute specified interactive command
-d        debugging on
-f        stay in foregound
-i        interactive control
-H        failover even if Hash Type is used
-M        use MMAP instead of SHM for IPC
-p        packetdump
-t sec    specify connect timeout in seconds (default=5)
-T sec    timeout (seconds) for select (0 => never) (default=0)
!        separates channelgroups (declaring previous to be Round Robin)
%        as !, but declaring previous group to be a Hash Type

examples:
balance smtp mailhost1:smtp mailhost2:25 mailhost3
balance -i smtp
balance -b 2001:DB8::1 80 10.1.1.1 10.1.1.2
balance -b 2001:DB8::1 80

Jadi cara pakainya adalah misalnya:
balance -f http 192.168.0.1 192.168.0.2 192.168.0.3

Option -f itu artinya balance jalan di foreground, berguna untuk kita debug dan cancel. Kalau misalnya sudah ok, bisa kita jalankan tanpa option -f, maka balance akan jalan di background.

Untuk melihat cara bekerja balance adalah dengan membuka sebuah terminal dan meload website 192.168.0.254 secara berulang2. Untuk mudahnya dapat kita gunakan text browser seperti elinks:
watch elinks –dump http://192.168.0.254
Untuk kebutuhan testing, dapat kita atur agar isi website di 192.168.0.1, 192.168.0.2, dan 192.168.0.3 berbeda, jadi command di atas akan menampilkan isi website yang berbeda, tanda bahwa balance sudah meload balancing traffik web ke tiga buah server tersebut.

Contoh lain adalah:
balance -f http 192.168.0.1::100 ! 192.168.0.2::100 ! 192.168.0.3
Arti option di atas adalah: koneksi http akan diprioritaskan ke server 192.168.0.1 sampai sebanyak 100 koneksi, bila sudah penuh maka akan dilempar ke 192.168.0.2 sampai sebanyak 100 koneksi juga, sisanya akan ke 192.168.0.3

Bagaimana jika kita ingin menghandle koneksi yang memerlukan session seperti website dynamic pakai php? Hal ini bisa dicapai dengan option ‘%’ yaitu mengaktifkan session seperti ini:
balance -f http 192.168.0.1 192.168.0.2 192.168.0.3 %

Untuk option2 selengkapnya dapat kita lihat di ‘man balance’.

Apakah hanya dapat digunakan untuk akses http? Tentu tidak, dengan sedikit eksplorasi kita dapat pula menggunakannya untuk keperluan lain seperti load balancing akses internet, email, proxy, dll.

Penutup
Program balance ini menyediakan sebuah solusi praktis dan mudah untuk membuat sebuah cluster load balancer. Performance yang dihasilkan cukup bagus. Namun bila kita ingin menggunakan solusi yang lebih handal, kita dapat menggunakan LVS (linux virtual server) dengan kombinasi linux-ha. Namun tentu saja settingannya akan jauh lebih rumit. Kita akan membahasnya di lain kesempatan. Selamat mencoba 🙂

Tutorial ini dapat di download dari menu Download sebelah. Jangan lupa register dulu yah untuk mendownload.
Download > Artikel > Linux Admin > Sort berdasarkan Submit Date > adm_cluster_loadbalancing_mudah.

ImageFajar Priyanto
Bukit Sentul, 17 February 2008
Merdeka!
Ilmu Pengetahuan adalah Milik Bersama

Penulis adalah Microsoft Certified Professional yang jatuh cinta kepada Linux. Ia kini RedHat Certified Engineer (RHCE) with Clustering.

rianto utomo boleh nyontek dari http://linux2.arinet.org/index.php?option=com_content&task=view&id=163&Itemid=1

Written by isaaconi

Januari 23, 2009 pada 6:22 am

4 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. salam kenal mas..ada tutor buat perhitungan data yang besar gak?

    budi

    Februari 26, 2009 at 7:13 am

    • maksudnya gimana? data besar di database gitu? database-nya pake apa ya?

      imeloni

      Februari 26, 2009 at 7:17 am

  2. Mas, ada gak tutorial untuk membuat HPC cluster???

    Adli

    Februari 15, 2011 at 8:01 am

    • widih.. mau bikin buat apa tuh? mantaps kali..
      gw lom pernah bikin HPC dan lom pernah ada niat buat bikin juga..
      so, met hunting.. and sukses..

      imeloni

      Februari 16, 2011 at 9:29 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: