rianto isaac's Weblog

rianto utomo isaac sahala utomo

linux, redhat static route

leave a comment »

Belajar Router static Dengan Redhat

Konfigurasi Network Interface
Dalam Implementasi Router PC
Pada linux Redhat semua komunikasi jaringan terjadi antara interface (NIC) yang telah dikonfigurasi dan peralatan jaringan fisik yang terkoneksi dengan computer.

1. File Scrip Interface
File konfigurasi untuk antarmuka jaringan dan scrip untuk mengaktifkannya terdapat didalam direktori /etc/sysconfig/network-scripts. Secara default pada redhat didalam direktori ini dan direktori lainya terdapat tiga jenis file yaitu : file –file interface configuration, script-script interface control dan file –fole network function, bekerja bersama sama dengan sedemikian rupa hingga linux dapat menggunakan berbagai peralatan jaringan

  • File Konfigurasi Interface

Adalah file yang sangat penting yang digunakan oleh redhat untuk konfigurasi jaringan. Pemahaman terhadap peran file – file ini didalam jaringan akan sangat bermanfaat pada waktu mengatur secare keleluruhan
File tersebut adalah
1. /etc/host untuk meresolve hostname yang tidak dapat diresolve dengan cara lain sebagai contoh ip localhost.
2. /etc/resolv.conf untuk menentukan IP address dari DNS server dan pencarian domain. Dan file ini dibaca pada saat boo.
3. /etc/sysconfig/network untuk menentukan informasi routing dalam host untuk semua antarmuka.
4. /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg<nama-interface> digunakan untuk file yang terdapat pada satu file.

 Intreface Ethernet
Satu lagi file antar muka yang cukup popular adalah ifcfg-eth0, yang menandai network interface card (NIC atau Ethernet Card) pertama yang tedapat pada system. Dalam system yang mempunyai Ethernet lebih dari satu maka akan menampilkan nomor nomor sesuai dengan jumlah NIC.
Berikut ini adalah contoh file ifcfg-eth0 untuk system yang menggunakan IP addresstetap

DEVICE=eth0
BOOTPROTO=none
ONBOOT=yes
NETWORK=192.168.0.0
NETMASK=255.255.255.0
IPADDR=192.168.0.254
USERCTL=no

Nilai – nilai yang ditulis didalam file konfigurasi interface dapat diubah sesuai dengan kebutuhan. Sehingga contoh file ifcfg-eth0 untuk antar muka yang menggunakan DHCP terlihat sedikit berbeda karena informasi IP address disediakan oleh DHCP sever:

DEVICE=eth0
BOOTPROTO=dhcp
ONBOOT=yes

Selain cara diatas anda bisa menggunakan tool GUI diantaranya adalah tool Network Configuration

Parameter yang ada dalam file configuration
1. BOOTPROTO=<protocol>, dimana <protocol> adalah sebagai berikut :

  • none :tidak ada protocol boot time yang disediakan
  • bootp : menggunakan protocol boop
  • dhcp : menggunakan protocol boot DHCP

2. BROADCAST=<address>dimana <address>merupakan alamat broadcast.
3. DEVICE=<number> dimana <name> adalah nama peralatan fisik ( bukan dinamis seperti peralatan PPP yang dialokasikan oleh ISP dan berupa nama logis).
4. DNS{1,2}=<address>dimana <address> adalah nama alamat name server yang diletakan pada file /etc/resolv.conf jika direktif PEERDNS diset menjadi yes
5. IPADDR=<address> dimana <address> adalah alamat IP yang akan digunakan oleh Ethernet
6. NETMASK=<mask> diaman <mask> adalah nilai subnetmask
7. NETWORK=<address> dimana <address>adalah IP address jaringan
8. ONBOOT=<answer> dimana <answer> adalah salah satu dibawah ini :

  • yes = peralatan ini aktif saat boot
  • no = peralatan ini tidak diaktifkan pada saat boot

9. PEERDNS=<answer> dimana <answer> adalah nilai salah satu dibawah ini :

  • yes = memodifikasi /etc/resolv.conf jika diaktifkan dns set. jika anda menggunakan dhcp maka yes merupakan defaultnya
  • no = tidak memodifikasi /etc/resolv.conf

10. SRCADDR =<address> dimana <address> adalah source yang ditentukan untuk paket luar
11. USERTL=<answer> adalah <answer> adalah salah satu nilai berikut :

  • yes = user non root diijinkan mengatur peralatan lain
  • no = user non root tidak diijinkan mengatur perlatan

2. Praktek Jaringan Router static
1. Periksa peralatan dalam PC harus mempunyai 2 buah eth0 atau eth1 dan dapat berfungsi dengan baik.
2. Masuk keterminal dan masuk sebagi user root
3. Periksa apakah NIC dapat terbaca dan dapat menempilkan informasi dengan cars sebagai berikut :
#dmesg |grep eth

4. Dengan menggunakan teks editor yang ada lakukan pengesetan sebagai berikut :
# vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0

DEVICE=eth0
BOOTPROTO=none
ONBOOT=yes
NETWORK=192.168.0.0
NETMASK=255.255.255.0
IPADDR=192.168.0.254
USERCTL=no

Seting pula eth1
# vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1
DEVICE=eth1
BOOTPROTO=none
ONBOOT=yes
NETWORK=10.252.0.0
NETMASK=255.255.255.0
IPADDR=10.252.0.254
USERCTL=no

Ket :
Jika sudah masuk ke vi / vim ingin mengedit tekan i lakukan pengeditan terhadap kedua file tersebut. Jika sudah dilakukan pengeditan simpan dan keluar dengan menekan Esc :wq

5. Aktifkan forward dengan megedit file scripts yang telah ada /etc/sysconfig/network sehingga dapat terdapat basis sebagai berikut :

FORWARD_IPV4=true
Jika tidak ada lakukan dibawah ini
6. Jika mau mengedit file yang telah ada /etc/sysctl.conf dan anda tinggal mengubah nilai false menjadi true.

net.ipv4.ipforward=1

7. Lakukan pengecekan apakah forward sudah berhasil atau belum dan nilainya harus 1.

#cat /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

8. Jika belum lakukan restar terhadap konfigurasi tersebut

#/etc/init.d/network restart

9. Cek ulang apakah sudah berhasil atau belum
10. Selamat mencoba !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

rianto utomo bole nyontek dari http://cahpct.blogsome.com/2007/08/06/belajar-router-static-dengan-redhat/

bahasa inggerisnya:

Red Hat (RHEL) / CentOS / Fedora Linux Persistence Static Routing

You need to open /etc/sysconfig/network-scripts/route-eth0 file to define static routes for eth0 interface:
# cat /etc/sysconfig/network-scripts/route-eth0
Sample Output:

GATEWAY0=192.168.1.254
NETMASK0=255.255.255.0
ADDRESS0=192.168.55.0

GATEWAY1=10.164.234.112
NETMASK1= 255.255.255.240
ADDRESS1=10.164.234.132

How do I define static routing for network 10.0.0.0/8 via 10.9.38.65 router?

Open /etc/sysconfig/network-scripts/route-eth0:
# vi /etc/sysconfig/network-scripts/route-eth0
Append following line:
10.0.0.0/8 via 10.9.38.65
Save and close the file. Restart networking:
# service network restart
Verify new routing table:
# route -n

rianto utomo bole nyontek dari http://www.cyberciti.biz/tips/configuring-static-routes-in-debian-or-red-hat-linux-systems.html

terjemahannya adalah sbb:

Router Static dengan RedHat

Konfigurasi Network Interface
Dalam Implementasi Router PC
Pada linux Redhat semua komunikasi jaringan terjadi antara interface (NIC) yang telah dikonfigurasi dan peralatan jaringan fisik yang terkoneksi dengan computer.

1. File Scrip Interface
File konfigurasi untuk antarmuka jaringan dan scrip untuk mengaktifkannya terdapat didalam direktori /etc/sysconfig/network-scripts. Secara default pada redhat didalam direktori ini dan direktori lainya terdapat tiga jenis file yaitu : file –file interface configuration, script-script interface control dan file –fole network function, bekerja bersama sama dengan sedemikian rupa hingga linux dapat menggunakan berbagai peralatan jaringan
File Konfigurasi Interface

Adalah file yang sangat penting yang digunakan oleh redhat untuk konfigurasi jaringan. Pemahaman terhadap peran file – file ini didalam jaringan akan sangat bermanfaat pada waktu mengatur secare keleluruhan
File tersebut adalah
1. /etc/host untuk meresolve hostname yang tidak dapat diresolve dengan cara lain sebagai contoh ip localhost.

2. /etc/resolv.conf untuk menentukan IP address dari DNS server dan pencarian domain. Dan file ini dibaca pada saat boo.
3. /etc/sysconfig/network untuk menentukan informasi routing dalam host untuk semua antarmuka.
4. /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg digunakan untuk file yang terdapat pada satu file.

 Intreface Ethernet
Satu lagi file antar muka yang cukup popular adalah ifcfg-eth0, yang menandai network interface card (NIC atau Ethernet Card) pertama yang tedapat pada system. Dalam system yang mempunyai Ethernet lebih dari satu maka akan menampilkan nomor nomor sesuai dengan jumlah NIC.
Berikut ini adalah contoh file ifcfg-eth0 untuk system yang menggunakan IP addresstetap

DEVICE=eth0
BOOTPROTO=none
ONBOOT=yes
NETWORK=192.168.0.0
NETMASK=255.255.255.0
IPADDR=192.168.0.254
USERCTL=no

Nilai – nilai yang ditulis didalam file konfigurasi interface dapat diubah sesuai dengan kebutuhan. Sehingga contoh file ifcfg-eth0 untuk antar muka yang menggunakan DHCP terlihat sedikit berbeda karena informasi IP address disediakan oleh DHCP sever:

DEVICE=eth0
BOOTPROTO=dhcp
ONBOOT=yes

Selain cara diatas anda bisa menggunakan tool GUI diantaranya adalah tool Network Configuration

Parameter yang ada dalam file configuration
1. BOOTPROTO=, dimana adalah sebagai berikut :
none :tidak ada protocol boot time yang disediakan
bootp : menggunakan protocol boop
dhcp : menggunakan protocol boot DHCP

2. BROADCAST=

dimana
merupakan alamat broadcast.
3. DEVICE= dimana adalah nama peralatan fisik ( bukan dinamis seperti peralatan PPP yang dialokasikan oleh ISP dan berupa nama logis).
4. DNS{1,2}=
dimana
adalah nama alamat name server yang diletakan pada file /etc/resolv.conf jika direktif PEERDNS diset menjadi yes
5. IPADDR=
dimana
adalah alamat IP yang akan digunakan oleh Ethernet
6. NETMASK= diaman adalah nilai subnetmask
7. NETWORK=
dimana
adalah IP address jaringan
8. ONBOOT= dimana adalah salah satu dibawah ini :
yes = peralatan ini aktif saat boot
no = peralatan ini tidak diaktifkan pada saat boot

9. PEERDNS= dimana adalah nilai salah satu dibawah ini :
yes = memodifikasi /etc/resolv.conf jika diaktifkan dns set. jika anda menggunakan dhcp maka yes merupakan defaultnya
no = tidak memodifikasi /etc/resolv.conf

10. SRCADDR =

dimana
adalah source yang ditentukan untuk paket luar
11. USERTL= adalah adalah salah satu nilai berikut :
yes = user non root diijinkan mengatur peralatan lain
no = user non root tidak diijinkan mengatur perlatan

2. Praktek Jaringan Router static
1. Periksa peralatan dalam PC harus mempunyai 2 buah eth0 atau eth1 dan dapat berfungsi dengan baik.
2. Masuk keterminal dan masuk sebagi user root
3. Periksa apakah NIC dapat terbaca dan dapat menempilkan informasi dengan cars sebagai berikut :
#dmesg |grep eth

4. Dengan menggunakan teks editor yang ada lakukan pengesetan sebagai berikut :
# vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0

DEVICE=eth0
BOOTPROTO=none
ONBOOT=yes
NETWORK=192.168.0.0
NETMASK=255.255.255.0
IPADDR=192.168.0.254
USERCTL=no

Seting pula eth1
# vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1
DEVICE=eth1
BOOTPROTO=none
ONBOOT=yes
NETWORK=10.252.0.0
NETMASK=255.255.255.0
IPADDR=10.252.0.254
USERCTL=no

Ket :
Jika sudah masuk ke vi / vim ingin mengedit tekan i lakukan pengeditan terhadap kedua file tersebut. Jika sudah dilakukan pengeditan simpan dan keluar dengan menekan Esc :wq

5. Aktifkan forward dengan megedit file scripts yang telah ada /etc/sysconfig/network sehingga dapat terdapat basis sebagai berikut :

FORWARD_IPV4=true
Jika tidak ada lakukan dibawah ini
6. Jika mau mengedit file yang telah ada /etc/sysctl.conf dan anda tinggal mengubah nilai false menjadi true.

net.ipv4.ipforward=1

7. Lakukan pengecekan apakah forward sudah berhasil atau belum dan nilainya harus 1.

#cat /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

8. Jika belum lakukan restar terhadap konfigurasi tersebut

#/etc/init.d/network restart

9. Cek ulang apakah sudah berhasil atau belum
10. Selamat mencoba !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

rianto utomo bole nyontek dari http://ocha92.blogspot.com/2009/10/router-static-dengan-redhat.html
atau klo mau yg lebih simple maka

Written by isaaconi

Januari 29, 2010 pada 3:54 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: